Home » Berita Kampus » Kampus Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha Digital

Kampus Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha Digital

kampus-dorong-mahasiswa-jadi-wirausaha-digital-8euh4r5wztJAKARTA – Berkembangnya industri ekonomi kreatif menjadi peluang bagi lulusan perguruan tinggi untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Guna mendukung hal tersebut, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Enterpreneurship Digital bidang Mobile and Application.

“Harapannya bisa mengubah mindset. Bahwa masih ada lahan pekerjaan luas yang dimiliki tanpa harus menjadi buruh atau karyawan. Sehingga semakin banyak yang menjadi pengusaha khususnya di bidang ekonomi kreatif,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Karir JPC UB, Ir Unggul Wibawa, MSc, disitat dari laman UB, Rabu (21/9/2016).

Saat ini terdapat 16 subsektor yang termasuk pada sektor ekonomi kreatif. Di antara subsektor tersebut, seperti aplikasi dan pengembangan game, film, animasi video, desain komunikasi visual, desain produk, musik, penerbitan, dan periklanan. Oleh sebab itu, pelatihan difokuskan pada bidang pengembangan software atau aplikasi perangkat bergerak.

“Tren kehidupan manusia di masa mendatang adalah dimana semua kebutuhan hidup berhubungan dengan perangkat mobile. Sekarang saja ada penelitian yang mengungkapkan bahwa dalam satu hari seseorang rata-rata membuka handphonenya sebanyak 150 kali,” terang Kepala Jurusan Sistem Informasi Filkom UB, Herman Tolle.

Herman menjelaskan, startup kemudian menjadi pilihan berwirausaha secara digital karena tidak membutuhkan modal biaya yang besar. Menurutnya, membangun startup berbeda dengan membangun usaha sejenis PT atau CV, karena siapa pun yang membangun startup tidak perlu memusingkan syarat dan aspek legal, seperti pengurusan di kantor notaris atau ke kantor perizinan.

Selain mendapat pelatihan, pada kesempatan itu para peserta yang terdiri atas mahasiswa dan lulusan FT dan Filkom UB itu juga diberikan penugasan untuk membuat business plan usaha digitalnya. Para peserta terbagi menjadi sembilan kelompok, dan diminta untuk menentukan jenis usaha, kemudian mengidentifikasi target pasar dan peluang perkembangannya di masa mendatang, serta menjelaskan keunggulan yang ditawarkan oleh jenis usaha serupa.

“Secara umum ide kalian semua sudah bagus tinggal bagaimana menindaklanjutinya. Jangan hanya berhenti sampai ide saja tapi harus langsung action. Kalau ada yang bisa direalisasikan besok ya segera jalankan, jangan terlalu banyak menunggu,” pungkas Herman.

 

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment