Home » Berita Kampus » Ketidaksetaraan Jadi Masalah Pendidikan di Indonesia

Ketidaksetaraan Jadi Masalah Pendidikan di Indonesia

ketidaksetaraan-jadi-masalah-pendidikan-di-indonesia-gKFQkLvlIXSalah satu permasalahan dalam pendidikan di Indonesia adalah ketidaksetaraan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh siswa yang berada di kota dengan di daerah-daerah terpencil lainnya. Hal itulah yang membuat pertumbuhan pendidikan di Indonesia tidak merata.

Melalui laporan pemantauan pendidikan global oleh UNESCO ini, maka negara bisa melihat gambaran besar mengenai pemetaan dunia dalam membuat suatu kemajuan. “Hanya 23 persen saja anak yang bisa menyelesaikan pendidikan sampai ke sekolah menengah. Jadi kita mendorong agar anak-anak bisa menyelesaikan pendidikan mereka,” ungkap Analis Kebijakan Senior, Laporan GEM (Global Education Monitoring), Dr Manos Antoninis di Gedung Kemdikbud Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Saat ini terdapat 15 juta orang kurang mampu dari negara berpendapatan rendah. Pendidikan yang perlu diraih oleh anak-anak bukan hanya pada membaca dan menulis. “Tapi bagaimana konten tersebut bisa cocok dengan tempat mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur dan Perwakilan, UNESCO Jakarta, Dr Shahbaz Khan menambahkan, sarana dan prasaran juga diperlukan karena penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Kita juga membutuhkan guru yang baik. Pengajaran dan pelatihan yang baik adalah suatu upaya agar manfaat pendidikan tersebut bisa dinikmati oleh semua orang.

Staf Ahli Mendikbud, Ananto Kusuma Seta menambahkan tidak mudah untuk bisa mempercepat pencapaian pendidikan dalam Suistanable Development Goals sampai 2030, karena urusannya banyak sekali salah satunya adalah usulan budget.

“Banyak negara yang tidak dialokasikan budget yang tidak layak untuk pendidikan karena budget mereka kecil,” tambahnya.

(sus)

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment